Menahan Godaan

Bagaimana Kamu Bisa Menahan Godaan dengan Lebih Baik

Salah satu hal yang paling sulit dilakukan adalah menahan godaan. Apalagi, kita akan menyambut datangnya bulan suci di tengah kondisi Work From Home dan karantina seperti ini. Maka dari itu, kita akan membahas sedikit soal bagaimana menahan godaan di tengah-tengah masa penuh cobaan ini. Yuk, simak!

Godaan versus Tekad?

Menahan GodaanBicara soal menahan godaan, kita bicara soal tekad. Setiap orang punya misi dan tujuan tertentu. Nah, godaan adalah semua hal kurang penting yang bisa membuat kita melenceng atau minggat dari misi tersebut. Tekad adalah tenaga kita untuk melawan hal-hal tersebut.

Tekad atau willpower merupakan tenaga psikis yang dimunculkan dalam otak. Tekad ditentukan oleh tingkat dopamin kita. Dopamin merupakan senyawa yang dikeluarkan otak ketika keinginan kita, baik itu keinginan sementara maupun jangka panjang, terpenuhi. Bukan membuat kita senang, tapi lega dan puas.

Bila kita sedang bekerja, namun timbul keinginan bermain game atau keluar merokok, maka otak akan memunculkan dopamin ketika kita melakukan hal tersebut. Puas, karena keinginan terpenuhi. Tekad adalah seberapa kuat kita menahan keinginan otak mengeluarkan dopamin saat itu juga.

Cara Utama Menahan Godaan

Menahan GodaanMenahan godaan pada akhirnya adalah menahan diri sendiri untuk mendapatkan kelegaan. Lega karena kita merasa tidak nyaman ketika godaan tidak dipenuhi. Bila kamu sedang tergoda, artinya kamu tahu kamu tidak perlu, boleh, atau mau melakukan hal tersebut, tapi otakmu sedang memancingmu dengan kelegaan dari dopamin! Namun, ingat bahwa godaan bersifat biologis, sehingga dapat kita ubah melalui perilaku dan psikis!

Salah satu cara yang paling ampuh adalah mengatakan pada otak bahwa tubuhmu sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk memuaskan godaan. Otak, ketika merasakan stimulus yang bisa memberikan dopamin, maka akan memberikan sugesti pada tubuh untuk mencobanya.

Nah, bila ini terjadi, maka kita bisa melakukan time-out dengan menjauhkan diri dari stimulus tersebut. Hindari stimulus selama 5 hingga 15 menit akan memberikan waktu pada otak kita untuk melakukan evaluasi ulang terhadap stimulus tersebut. Waktu tersebut juga akan memberikan kita kesempatan untuk fokus ulang pada hal lain. Proses ini memanipulasi otak kita dengan membuatnya percaya kalau kita sedang tidak dalam kondisi yang tepat untuk memuaskan godaan tersebut. Sehingga, akan pelan-pelan mereda!

Distraksi Perlawanan

Menahan GodaanNamun, tidak semua stimulus bertahan hanya sejenak. Terkadang, kalau berkaitan dengan aspek biologis, seperti lapar misalnya, tubuh justru akan menuntut otak untuk memenuhi godaan tersebut.

Bila terjadi hal ini, maka saatnya untuk melakukan distraksi perlawanan. Berikanlah dirimu stimulus lain yang bisa mengalihkan fokus tubuhmu. Melakukan olahraga, bermain game, membaca buku, atau artikel bisa sangat membantu dalam hal ini.

Alasannya, aktivitas-aktivitas tersebut menuntut kapasitas bandwidth kognitif atau fisik yang tinggi. Karena kapasitas tersebut terbatas, maka tubuh akan memprioritaskan kapasitas tersebut pada hal yang sedang kita lakukan

Kondisi Tubuh yang Prima

Menahan GodaanUntuk melaksanakan hal-hal di atas, tentu tidak semudah membalikkan kartu di tangan. Penelitian oleh Galla dan Duckworth tahun 2015 menunjukkan bahwa kebiasaan yang sehat lebih baik dalam membantu kita menahan godaan ketimbang paksaan untuk melupakan stimulus godaan.

Bagaimana kita bisa melakukan distraksi atau time-out bila kita sedang kurang tidur, sakit, pegal-pegal, atau pun kurang gizi? Dalam melatih tekad, penting sekali untuk selalu membuat pilihan yang sadar pada setiap tindakan. Sehingga, otak kita terbiasa untuk selalu menimbang pro dan kontra terhadap keputusan terkait tubuh. Artinya, memilih makanan sehat dan olahraga ketimbang membiarkan tubuh kita makan apa adanya kapanpun kita mau, atau nonton dan malas-malasan di kasur ketika sedang punya waktu kosong!


Tekad merupakan sebuah otot psikologis, artinya merupakan sebuah kemampuan yang bisa dilatih dari waktu ke waktu. Bisa menghentikan godaan saat ini merupakan kemenangan kecil yang penting dalam membentuk pribadi bertekad di masa depan.

Share the article

Leave a Comment