mikro-agresi

Lakukan Ini Bila Kamu Tidak Sengaja Mengeluarkan Mikro-agresi?

Namanya manusia, apalagi bagi kalian yang tinggal bersama manusia lainnya saat krisis, perselisihan itu bisa terjadi. Perselisihan ini bisa muncul dalam kepala dan memicu perdebatan dan ngedumel dalam diri, namun juga bisa termanifestasi dalam perilaku agresif yang menyebabkan pertengkaran. Seringkali, bila tidak bisa ditahan, perilaku mikro-agresi muncul: kamu tidak sengaja membentak, mendiamkan, atau memukul barang yang menyebabkan luka emosional pada target. Bila ini terjadi, apa yang bisa kamu lakukan?

Tidak perlu panjang dan rumit, sebenarnya kuncinya hanya satu: de-eskalasi situasi secepat mungkin, dan fokuskan diri agar situasi tidak memburuk.

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan

mikro-agresiPertama-tama yang kamu lakukan pasti merasa menyesal. Hanya saja, tidak langsung kamu tunjukkan. Mungkin ekspresinya diam. Bila sudah diam, bagus. Coba tenangkan dirimu dan usahakan agar situasi tidak bertambah buruk.

Bila sudah tenang, ambil waktu untuk analisa situasi dan jadikan ini pelajaran untuk bereaksi dan bertindak di kesempatan selanjutnya.

Akui bahwa mikro-agresi merupakan hal yang perlu diubah

mikro-agresi
Tidak perlu memperbesarkan masalah ini sebetulnya, tapi bukan berarti mikro-agresi merupakan perihal yang bisa dilupakan begitu saja.

Bila punya kesempatan, coba bicarakan pada target agresimu, bahwa kamu sadar apa yang telah dilakukan, dan itu keluar karena alasan tertentu. Penting untuk menjelaskan ini tanpa terlalu defensif. Bila tidak, akan menimbulkan kesalahpahaman bahwa kamu ingin menjustifikasi perilaku mikro-agresi tersebut

Minta maaf sebelum situasi memuncak

mikro-agresi
Bila sudah melakukan langkah di atas, maka minta maaf sesegera mungkin. Tampaknya panjang, tapi proses di atas seharusnya tidak memakan waktu banyak.

Tunjukkan bahwa dirimu memang menyesali perbuatan tersebut. Jangan hanya pasang muka marah dan minta maaf dengan tidak tulus. Bagaimanapun juga, tidak ada orang yang pantas menerima mikro-agresi, apalagi orang-orang terdekatmu.

Bila mereka ingin berbicara, berilah kesempatan dan dengarkan. Jangan biarkan situasi terekskalasi. Secepat mungkin selesai, semakin baik. Klarifikasi bila ada kesalahpahaman yang terjadi dalam interpretasi mereka.

Renungkan kembali

mikro-agresi
Terkadang, mikro-agresi bisa terjadi begitu saja. Terutama di saat-saat mood sedang buruk. Merupakan sifat manusia untuk melampiaskan rasa tidak nyaman, dan terkadang manifestasi dari pelampiasan itu hadir dalam bentuk bentakan atau agresi kecil terhadap orang lain.

Sadarlah akan hal ini, dan coba pikirkan apa yang membuatmu melakukan perilaku tersebut. Tanyakan pada dirimu, apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya? Adakah hal lain yang bisa menggantikan pelampiasan tersebut?


Ingat, perilaku seperti ini tidak hanya bisa dicegah, namun juga bisa diubah! Penting sekali agar tidak menjadikannya sebuah kebiasaan. Mungkin tampak tidak bahaya dalam sekali pandang. Namun, bila dibiarkan, maka akan menumpuk atau menciptakan permasalahan baru antar kamu dengan orang-orang terdekat.

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *