Mindset New Normal

Sudahkah Kamu Punya Mindset New Normal?

Pada postingan lalu, saya membahas mengapa sulit bagi sebagian orang untuk beradaptasi di tengah New Normal, beserta beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memitigasinya. Memang bukan hal yang mudah, karena New Normal, sama seperti namanya, tidak berarti pandemi telah berakhir dan segalanya kembali sedia kala. Namun, justru berarti dunia sudah secara semi-permanen berubah, dan bila kita tidak beradaptasi (secara fisik dan mental), maka kita akan sulit menyesuaikan diri dan mendatangkan gangguan pada hidup kita dan mungkin orang sekitar. Nah, dalam artikel kali ini, saya ingin membahas bagaimana cara beradaptasi secara mental, atau memiliki mindset new normal.

Menerima perubahan

Mindset New NormalAgar bisa beradaptasi dengan baik dan sehat di new normal ini, kita perlu memiliki mindset new normal. Cara utamanya adalah menerima perubahan. Akui dan terima, secara perlahan bila segala sesuatu sudah berubah. Tidak hanya dari cara kita berkeluaran, namun juga pendekatan terhadap fasilitas publik, pekerjaan, hiburan, makanan, dan travelin sudah berbeda. Cegah denial bahwa segala sesuatu sudah kembali seperti sebelum pandemi. Hanya dengan menerima perubahan ini, kita bisa mulai beradaptasi dan akan lebih mudah berfungsi kembali

Sadar bahwa denial adalah hal yang egois

Mindset New NormalSetelah menerima, cek kembali paham dan pikiran dalam diri atau sekitarmu yang egois. Masih banyak orang di luar sana yang terlepas pertambahan kasus yang semakin mengakselerasi, masih tidak mengikuti protokol. Mungkin masih denial dan merasa pandemi sudah berakhir, mungkin memang egois dan tidak peduli dengan penyebaran virus, mungkin merasa diri sangat beruntung sehingga tidak akan terkena virus.

Ini merupakan efek samping pandemi ini. Adanya ‘virus mental’ yang membuat kita merasa tidak perlu patuh terhadap protokol kesehatan untuk menyelamatkan diri dan orang sekitar. Ini merupakan mentalitas bahwa diri sendiri tidak perlu memakai masker karena tidak akan sakit, atau masker tidak berguna. Percaya pada hoax akan kelemahan masker, namun skeptis terhadap penelitian ilmiah soal efektivitas masker dan jaga jarak.

Ingat, bahkan ketika tidak punya gejala, setiap orang punya potensi untuk menyebarkan virus loh! Pada intinya ini bukan soal kita tunduk atau tidak pada peraturan, namun seberapa ‘tega’ atau ‘rela’ kita membahayakan diri sendiri dan orang lain hanya karena kita gagal melakukan hal sederhana dan punya ego yang tinggi.

Fokus

Mindset New NormalSelain permasalahan ego dan denial, salah satu tantangan terbesar dari New Normal adalah banyaknya hal yang terjadi dan berubah. Tidak semua orang bisa cukup cepat dan punya kapasitas untuk segera beradaptasi, sehingga bisa kehilangan fokus. Di sini, walau cara coping masing-masing orang berbeda-beda, saya ingin memberikan beberapa reminder.

Pertama, fokus pada hal yang kamu miliki, ketimbang hal yang sudah hilang atau bahkan tidak punya. Jangan hanya melihat apa yang dimiliki orang dan dibandingkan begitu saja. Kedua, fokus pada hal yang berjalan dengan mulus, dan jangan berkutat pada hal yang tidak lancar. Sangat mudah bagi otak untuk mencari apa yang salah, kurang, namun butuh upaya lebih untuk melihat hal yang lengkap dan berjalan dengan baik. Jangan sampai apa yang penting terlewatkan gara-gara kamu terlalu berkutat pada hal yang negatif.

Selalu cek informasi yang kamu konsumsi demi kesehatan mentalmu

Mindset New NormalPrinsip mindset New Normal yang baik adalah selalu menjaga kesehatan mentalmu. Ini berarti lakukan semua hal yang baik untuknya dan hindari hal yang buruk. Maksudnya apa ya?

Misalnya, setelah bangun tidur, coba cari sinar matahari dan berjemur. Olahraga dan renggangkan badan. Jangan langsung bekerja atau melihat ponsel.

Bacalah berita yang positif dan uplifting dan kurangi konsumsi berita buruk, dan hoax. Apalagi berdebat tentang isu-isu yang bisa berpotensi menimbulkan perselisihan. Bukan mengajarkan denial ya, namun hentikan membaca bila sudah mengganggu pikiran.

Pasalnya, kebanyakan berkutat di depan layar, terutama mengonsumsi informasi yang berat dan membebankan secara berkala akan menyebabkan fatig, kecemasan, depresi, kesulitan tidur, dan banyak gangguan lainnya loh!


Memiliki mindset New Norma bukanlah hal yang mudah, namun diperlukan. Selalu menantang, dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan kecepatan yang sama. Namun jangan khawatir, yang penting adalah progress! Bila kesulitan, selalu ada ruang oleh tenaga psikologi untuk membantumu melaluinya. Buat yang butuh bantuan, jangan sungkan menghubungi saya ya!

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published.