burnout

Mengenal Burnout dan Cara Pencegahannya!

Di new normal ini, pasti kita sering mendengar kata burnout. Umumnya, ini dikatakan oleh orang yang sedang bekerja. Tapi, sebenarnya burnout itu apa sih? Apakah hanya sekadar capek kerja belaka? Apakah burnout merupakan penyakit atau gangguan mental?
Di artikel ini, saya ingin mencoba menjelaskan apa itu burnout, dan bagaimana kita perlu menyikapinya agar tidak mengganggu kehidupan kita.

Apa itu burnout?

burnoutBurnout tentu saja bukan sekadar capek bekerja. Burnout adalah keletihan baik secara fisik, kognitif, emosional, atau kombinasi antara ketiganya. Burnout tidak hanya membuat kita capek, namun juga merasa malas, tidak punya energi, tidak berinisiatif, dan bahkan enggan untuk melakukan hal-hal dalam situasi tertentu.

Burnout tidak hanya sesaat, namun bisa berkepanjangan dan tidak bersifat intensif. Ini yang membuat burnout berbahaya, karena pelan-pelan akan mengganggu kesehatan mental dan fisik kita tanpa disadari. Tentu, istirahat atau tidur tidak akan membuat burnout pergi begitu saja.

Burnout bisa datang akibat stres yang berkepanjangan. Sesekali mengalami burnout tidak masalah. Terkadang, burnout bisa menjadi indikasi kalau hal yang kamu sedang lakukan tidak sehat buatmu. Namun tentu saja, burnout yang berkepanjangan, seperti berminggu-minggu bahkan tahun tidak baik.

Dari mana bisa tahu kalau kita burnout?

burnoutCiri utama burnout adalah yang saya sebutkan di atas, sebutan lainnya adalah keletihan emosional. Ini ditandai minimnya motivasi maupun energi yang bisa diambil dari dalam diri untuk melakukan suatu hal. Selain ciri-ciri mendasar di atas, burnout punya dua ciri utama lainnya.

Pertama adalah kurangnya rasa pencapaian diri. Kamu merasa ‘stuck’ dalam suatu hal dan tidak ke mana-mana. Nggak ada rasa kebanggaan atau pencapai yang hadir ketika kamu berhasil melakukan sesuatu. Apalagi rasa kesenangan dan passion!
Kedua adalah depersonalisasi. Kamu merasa bahwa diri sendiri jauh dari jati diri yang sesungguhnya. Kamu bertindak tidak seperti biasanya, misalnya lebih mudah marah, kesel, bete, menggerutu, dan tidak senang dengan berbagai hal positif.

Terakhir, yang penting untuk diketahui tentang burnout adalah burnout terjadi pada settingan atau bagian kehidupan yang spesifik dan tidak pada area kehidupan lainnya. Burnout bisa terjadi pada pekerjaan, akademik, bahkan hubungan dengan orang terdekat, seperti pasangan, teman dan keluarga.

Bisa jadi kita merasa tidak termotivasi dan tidak punya energi ketika mengerjakan proyek kantor. Tapi kalau proyek atau bisnis pribadi, walau capek, kita tetap punya niat dan tidak enggan melakukannya. Ini merupakan salah satu pembeda utama, burnout dan gangguan mood seperti depresi yang bersifat lebih umum.

Bagaimana kita bisa mencegah burnout?

burnoutSeperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, burnout memang lumrah terjadi. Justru terkadang, burnout merupakan hal yang bisa kamu manfaatkan. Pasalnya, burnout merupakan petanda bahwa dirimu sedang berlebihan dalam mencurahkan tenaga dalam suatu hal, baik itu pekerjaan maupun hubungan.

Ada baiknya ketika sudah mengalami beberapa gejala burnout, kita ambil selangkah mundur sejenak dari hal tersebut. Cegah burnout sebelum kehidupan dan kesehatan kita terganggu. Jangan demi rasa ketinggalan sesaat atau takut akan kegagalan, kita mengorbankan kesehatan dan memaksa diri kita melakukan hal secara berlebihan.

Untuk mencegahnya, beranikan diri untuk batasi waktu untuk mengerjakan sesuatu atau berhubungan dengan seseorang. Lakukan hal baru yang bersifat kreatif, membuka pikiran, dan tidak menuntut terlalu banyak energi fisik maupun mental. Dikarenakan burnout biasanya terasosiasi dengan suatu hal yang spesifik, maka mengganti suasana kehidupan pekerjaan maupun hubungan bisa sangat membantu loh!

Burnout bukanlah sesuatu yang sangat berbahaya bila dideteksi dan ditangani secara dini. Penting bagi kita untuk melihat hal hal yang sering menimbulkan burnout dalam hidup, dan memberanikan diri untuk menjaga jarak. Sudah terlalu banyak orang jatuh sakit, baik itu sakit fisik maupun mental karena burnout yang berkepanjangan. Fokus dan komit boleh, asal jangan mengorbankan diri sendiri!

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *