Lingkaran Sosial

Di New Normal ini, Bagaimana Kamu Bisa Membangun Lingkaran Sosialmu?

Keberhasilan beradaptasi di New Normal tidak hanya bergantung pada perilaku dan mindset yang kita miliki, walau kedua hal ini sangat penting. Buat yang belum tahu, faktor paling penting dalam beradaptasi di masa-masa pasca karantina ini, adalah hal yang paling sering saya tekankan pada konten-konten yang saya miliki, yaitu dukungan sosial. Kontribusi dan dukungan dari orang-orang sekitarmu akan menentukan kemampuan berfungsi kamu di masa menantang ini. Nah, tantangannya adalah bagaimana membangun kembali hubungan yang sudah dipisahkan oleh karantina ini.

Efek karantina pada kondisi psikososial

lingkaran sosialTidak aneh bila ada hubungan sosial, baik dengan pasangan, teman, rekan kerja, atau hubungan lainnya, yang menjauh di saat karantina. Hubungan sosial, terutama yang dibangun dengan kontak fisik atau tatap muka, akan lebih sulit bertahan bila tidak dilanjutkan. Tidak berarti akan menjadi lebih buruk, ya. Namun, berpotensi perlahan-lahan menjauh.

Terutama bagi kita yang sering bertatap muka dan mengobrol langsung, bertatap secara virtual atau menelepon bisa membantu. Namun, banyak topik negatif atau sedikit hal yang bisa dilakukan selama masa karantina bisa sangat meminimalisir topik. Sadar atau tidak, sebagian dari orang-orang yang pernah dekat dengan kita sekarang sudah agak menjauh hubungannya.

Sadar atau tidak, ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis kita loh. Beberapa contohnya adalah meningkatnya potensi depresi, kecapekan, merasa tidak terbantu (helpless), kecemasan akan kehilangan hubungan, kecemasan akan ketinggalan dari hal-hal yang berarti, kekurangan tidur.

Bahkan secara fisik, penelitian dari Prof. James Aten dari Wheaton College menemukan bahwa seseorang yang terisolasi secara sosial dalam jangka yang panjang akan lebih mudah terkena radang! Terutama ketika isolasi diri dituntut dari kita (seperti di masa karantina), stres akan lebih mudah timbul.

Membangun kembali hubungan sosial

Lingkaran SosialMelihat hal-hal ini, apa yang bisa kita lakukan?

Nah, langkah pertama adalah akui bahwa hubungan sosial itu penting, terutama membangun hubungan yang bermakna secara romantis, pertemanan, atau profesional. Memahami pentingnya ini berarti memahami bagaimana orang-orang di sekitarmu memiliki peran yang besar dalam membentuk kesejahterahanmu, begitu juga sebaliknya. Artinya, tidak perlu menunggu topik atau keperluan, reaching out bisa dilakukan kapan saja, dengan metode apa saja. Di new normal ini, saatnya bagi kita semua untuk meluangkan waktu sejenak untuk mempertahankan atau membangun hubungan sosial yang ‘tertinggal’

Selanjutnya, kilas balik dan tinjau hubunganmu dengan orang-orang di sekitarmu. Renungkan, siapa yang merupakan teman terdekatmu, siapa pula yang selalu ada saat kamu butuhkan? Tanyakan pada diri, siapa yang kamu rindukan, atau penasaran apa yang terjadi dalam hidupnya? Alternatifnya, kamu bisa cari beberapa orang yang ingin kamu bagi cerita tentang hal yang terjadi dalam hidupmu. Tampak sepele, namun ini merupakan upaya penting dalam membangun lingkaran dukungan sosial yang ada.

Manfaatkan kesempatan yang ada. Mumpung sekarang sudah diperbolehkan keluar, maka coba cari waktu untuk bertemu kangen dengan mereka. Namun, ingat beberapa aturan penting ya. Jangan langsung beramai-ramai, karena selain meningkatkan potensi penyebaran virus, bertemu secara ramai-ramai juga tidak efektif dalam membangun hubungan sosial dan bercerita. Pilihlah tempat yang tidak ramai, hindari mall dan pilih restoran atau cafe yang lebih jarang dikunjungi. Selalu bawa sanitasi ke mana pun kamu pergi.

Apa manfaatnya?

Lingkaran SosialSalah satu manfaat utama kamu melakukan hal-hal ini adalah mengurangi potensi stres dan ancaman psikologis dari diri yang terisolasi, serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan sosial. Selain itu, saling bertukar cerita bisa membantu kamu merasa terbantu dan tidak sendirian dalam isu yang sedang kamu hadapi. Begitu juga sebaliknya dengan lingkaran sosialmu. Kamu bisa menjadi pendengar yang selama ini mereka butuhkan, atau sebagai pemberi solusi. Ini merupakan manfaat teraputik dari interaksi sosial.

Lingkaran Sosial

Tentu, bertemu dengan teman tidak hanya berbicara tentang masalah. Kalian juga bisa bertukar ide, berbagi tujuan hidup. Secara profesional, ini bisa membantu menambah wawasan dan bahkan memperkuat jaringan yang ada. Kamu bisa mendapatkan cara baru dalam memecahkan permasalahan, bahkan ide kreasi atau bisnis baru. Ini merupakan manfaat kreativitas dari berinteraksi sosial.

Untuk memaksimalkan manfaat-manfaat ini, reaching out dan ngobrol kembali dengan lingkaran sosial hendaknya dilakukan secara konsisten. Ini bukan soal manfaat sementara saja, namun soal membangun kepercayaan sosial dalam jangka panjang.


Ingat, semua butuh proses. Tidak semuanya beradaptasi dengan cara dan kecepatan yang sama di New Normal. Terimalah bahwa tidak semua orang tetap sama atau punya kapasitas untuk bertemu atau ngobrol. Semua butuh proses. Tidak perlu panjang di awal, berinteraksi kembali dengan lingkaran sosial bisa dimulai dari sapaan kecil atau basa-basi. Sekarang, coba pikirkan, siapa yang belum kamu ajak ngobrol hari ini?

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *