motivasi

Memahami dan Meningkatkan Motivasi Dalam Diri

Di tengah pandemi ini, banyak sekali saya melihat dan mendengar orang yang mengalami burn out. Tidak selalu disampaikan langsung, namun dari rupa wajah, perilaku, dan semangatnya terlihat. Bagaimana tidak, di pandemi ini, banyak sekali yang harus mencampur-adukkan kegiatan rumah dan luar (kerja, kantor). Akibatnya, banyak sekali yang sulit menemukan motivasi dan gairah untuk melakukan banyak hal.

Nah, dalam artikel ini, saya mau membahas soal motivasi. Apa sebenarnya motivasi? Kenapa bisa hilang? Bagaimana menemukannya kembali? Yuk, simak!

Apa itu motivasi?

motivasi

Banyak yang salah paham soal motivasi. Motivasi bukanlah keinginan untuk melakukan sesuatu. Motivasi juga bukan adrenalin sesaat, seperti saat kita mengonsumsi kopi. Motivasi adalah dorongan, yang berkaitan dengan niat atau intensi. Motivasi bisa hadir dalam bentuk apapun, bahkan sesederhana teringat untuk melakukan sebuah tanggung jawab.

Motivasi ada yang kuat dan ada yang lemah. Berdasarkan hal tersebut, motivasi bisa berupa semangat dan gairah melakukan sesuatu dengan berapi-api, tapi juga bisa dengan lesu drifting (mengerjakan sesuatu tanpa fokus) mengerjakan laporan. Namun, melakukan sesuatu dengan berhasil, tidak selalu bergantung pada motivasi loh. Motivasi hanyalah sebuah dorongan, tidak mengikat atau berpengaruh langsung terhadap mengambil tindakan.

Mengapa? Karena motivasi, agar sampai pada pengambilan tindakan, melibatkan banyak hal.

Komponen motivasi

motivasi
Kuat lemahnya motivasi tergantung banyak hal. Kita bisa melihat motivasi dari sebuah model teori bernama Expectancy Theory oleh Psikolog ternama Victor Vroom. Dalam teori ini, motivasi terdiri dari tiga hal.

Pertama, motivasi berhubungan dengan goal yang ingin kita capai. Hanya ketika kita punya sebuah tujuan (mengumpulkan proposal tepat waktu, membuat konten viral, atau rumah yang bersih), kita bisa bicara motivasi.

Kedua, adalah gambaran atau proses sederhana untuk mencapai tujuan tersebut. Ini merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah kamu ketahui. Misalnya, untuk mengumpulkan proposal tepat waktu, kita perlu mulai mengerjakannya, merapikannya sebelum waktu tiba. Atau, mengambil sapu dan kain lap untuk mulai bersih-bersih.

Ketiga, adalah efikasi, atau kepercayaan diri untuk mengambil tindakan-tindakan yang tepat mencapai tujuan. Nah, ini punya banyak faktor lagi nih. Situasi, kapabilitas diri, ketertarikan, dan persepsi terhadap seberapa sulit tugas tersebut bisa mempengaruhi efikasi, yang bisa mempengaruhi motivasi secara keseluruhan.

Situasi menentukan motivasi

motivasiSituasi merupakan hal yang memiliki pengaruh besar terhadap motivasi. Ini dikarenakan situasi menentukan darimana dorongan motivasi itu berasal. Situasi memberikan kita prioritas dan kepentingan. Situasi membantu otak mendefinisikan untuk apa kita melakukan sebuah tujuan.

Ini membagi motivasi menjadi dua, yaitu motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal berurusan dengan hal yang ingin dilakukan dari lubuk hati dan pikiran, dan sering kali untuk diri sendiri. Sedangkan motivasi eksternal merupakan stimulasi motivasi dari luar tubuh. Orang atau kejadian yang mendorong kita memiliki niat untuk bertindak.

Tergantung situasi, kekuatan motivasi bisa berbeda-beda.

Mengapa kita bisa merasa tidak memiliki motivasi?

motivasiBila sudah tahu tujuan yang ingin dicapai, kita akan mengambil dua langkah. Pertama, tidak mengambil tindakan apa-apa alias berdiam diri. Kedua adalah mengambil tindakan untuk mendekatkan diri pada tujuan.

Seringkali bila kita terlalu mengandalkan kata ‘motivasi’ kita akan merasa kehilangannya. Menurut saya tapinya, kita hampir tidak pernah kehilangan, namun salah meletakkannya. Motivasi merupakan sebuah tenaga, dan seperti yang disampaikan sebelumnya, bergantung pada tujuan.

Jadi, kalau tujuannya tidak tepat atau tidak menyenangkan, maka kita akan sulit mengerahkan motivasi. Misalnya, bila kita tidak memiliki keinginan atau passion dalam untuk pergi ke kafe untuk meeting dengan seseorang yang tidak kita senangi. Namun, karena tugas kantor, maka kita perlu melakukannya. Bila tidak punya motivasi melakukannya, apakah bisa dibilang malas?

Bagaimana pula bila kamu tetap melakukannya? Mengesampingkan rasa ogah dan tetap semangat menghadapi orang tersebut? Apakah kita bisa dikatakan kita sangat punya motivasi?

Seringkali hanya karena kita tidak setuju atau suka pada sebuah tujuan yang ingin dicapai, kita merasa ‘kehilangan’ motivasi. Motivasi bukan segalanya, dan tidak selalu bisa dijadikan alasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Motivasi hanyalah dorongan pembantu. Untuk benar-benar melakukannya, kita bisa mengandalkan kekuatan sosial, kepercayaan diri, rasionalisasi, dan banyak hal lainnya.

Meningkatkan motivasi

motivasi
Bagaimana kita bisa meningkatkan motivasi? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Seringkali kita merasa menurunnya motivasi dari dalam diri. Bila ini terjadi, kamu bisa mengandalkan kekuatan dari luar. Bayangkan apa yang bisa kamu dapatkan dengan mencapai tujuan yang dimiliki. Alternatifnya, kamu bisa menceritakan dan mendapatkan masukkan dari orang lain untuk menjalankan tujuan tersebut (kekuatan sosial).

Selain itu, coba kerahkan usaha untuk merencanakan dengan baik. Merencanakan butuh tenaga dan rasionalisasi. Biasanya kedua hal ini akan memulai momentum realisasi bahwa tujuan sangat mungkin dicapai, atau dengan kata lain, meningkatkan efikasi.


Terakhir, bila benar-benar ingin mencapai sesuatu, andalkan model ekspektansi di atas. Petakan tujuanmu, usaha yang perlu dilakukan, serta pertimbangkan faktor-faktor yang bisa menghambat atau membantu melakukan hal tersebut. Cobalah gunakan mind-map. Semakin mendetail, maka otak akan semakin jelas dan mudah memprosesnya.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah kalimat: motivasi sebetulnya adalah kepercayaan diri kita untuk berusaha mencapai suatu tujuan. Motivasi tidak datang tiba-tiba, namun datang dari pertimbangan dan perhitungan dalam diri. Semakin jelas dan matang, maka semakin besar motivasi yang ada!

Share the article

Leave a Comment