Ingatan

Bagaimana Cara Kita Mengingat? Bagaimana pula Kita Bisa Lupa?

Beberapa saat lalu, saya berbincang dengan seorang kenalan yang mengeluh kalau ia sudah ‘pikun’. Padahal, usianya baru memasuki 30 awal. Ketika ditanya kenapa, jawabannya karena suka lupa! Saya jadi kepikiran, kalau jawaban seperti ini cukup sering dijumpai. Padahal, pelupa itu bukan karakteristik utama dari kepikunan atau usia bertambah loh! Remaja bisa pelupa, dan saya tahu ada beberapa om dan tante kerabat saya yang punya ingatan baik sekali.

Nah, kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang bagaimana ingatan kita bekerja! Apa yang membuat kita ingat? Apa yang membuat kita lupa? Yuk, simak!

Dua tipe ingatan

IngatanPertama, kita perlu tahu dulu tentang tipe ingatan. Berdasarkan jangkanya, ada dua tipe ingatan loh. Pertama, ingatan jangka pendek. Ini merupakan informasi yang disimpan dalam otak dalam jangka waktu singkat. Bisa karena memang perlunya saat itu, atau kebetulan terdeteksi oleh indra. Misalnya, mendengarkan sebutan nomor telepon orang lain dan mengingatnya sebelum dicatat kembali.

Bila ternyata cukup penting dan berharga, pelan-pelan akan dimasukkan ke ingatan jangka panjang. Ingatan jangka panjang merupakan ingatan yang lebih lama bertahan di otak, bisa beberapa hari hingga bertahun-tahun! Informasi ini juga biasanya bersifat penting dalam kelangsungan hidup. Ingatan jangka panjang bisa terbagi menjadi ingatan episodic (hal yang pernah terjadi , seperti ulang tahun, hari kamu pertama kali diterima kerja) dan ingatan semantic (pengetahuan tentang dunia, seperti cara menggunakan komputer atau nama presiden).

Bagaimana ingatan bisa terbentuk?

Nah, untuk mengetahui apa yang membuat kita bisa mengingat dan melupakan suatu hal, kita perlu tahu cara kerja otak dalam menyimpan ingatan.

Mirip seperti cara kerja kamera digital. Organ sensori kita, seperti mata, hidung, lidah, kulit, dan telinga, menangkap informasi dan mengirimnya ke otak. Informasi ini kemudian diolah dan disimpan. Tapi, berbeda dengan mesin, otak tidak memiliki 1 area spesifik untuk menyimpan ingatan.

Justru dalam menyimpan informasi, beberapa bagian otak bekerja sama. Beberapa bagian seperti hipokampus, amigdala, korteks prefrontal, dan otak kecil akan terhubung melalui neuron atau sel saraf otak yang akan ‘menyala’, tergantung sifat dari ingatan tersebut. Ingatan yang berhubungan dengan emosi kuat misalnya, akan membuat amigdala menyala. Ini bisa dilihat menggunakan mesin MRI. Jadi, ingatan sebetulnya adalah pola neuron menyala yang spesifik, tidak disimpan dalam ‘kotak’ penyimpanan layak memori.

Bagaimana kita mengingat

Ingatan
Seberapa spesifik dan kuat pola nyala neuron tersebut akhirnya menentukan seberapa jelas dan kuat ingatan yang terbentuk. Otak, sebagai organ tubuh yang selalu bertumbuh, bisa dilatih perlahan-lahan. Seperti otot, bila sering dilatih, maka kemampuannya akan semakin membaik.

Proses bagaimana kita mengingat bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan yang dibentuk neuron. Semakin sebuah pola diulang, maka proses aktivasi semakin cepat. Begitu pula dengan upaya mengaktifkan bagian-bagian otak tertentu bisa membuat pola jaringan lebih mudah terbentuk. Topik diskusi seperti ini cukup kompleks, sehingga akan saya tuangkan dalam artikel selanjutnya ya.

Sekarang, kita kembali pada topik utama: Mengapa kita bisa lupa?

Apa yang membuat kita lupa?

ingatanBerdasarkan mekanisme bagaimana kita mengingat, terdapat setidaknya dua alasan umum, dan satu alasan kurang lazim tentang mengapa kita bisa lupa.

Pertama adalah alasan prioritas. Setiap manusia punya kapasitas mengingat masing-masing yang berbeda-beda. Sehingga, otak akan melakukan penyaringan untuk mengutamakn informasi yang penting dan menonjol agar tidak overflow! Informasi tentang kerja, tentang keluarga, dan hari penting dalam pernikahan, contohnya. Begitu juga informasi yang memberikan emosi kuat (kegirangan, kesedihan, dan amarah besar).

Kedua adalah frekuensi retensi. Informasi yang dipakai sehari-hari akan lebih sulit kita lupakan karena terjadi pengulangan. Kita mungkin akan lupa di mana kelas atau alamat kantor klien ketika pertama kali berkunjung. Namun, seiring waktu berjalan, semakin sering dilakukan, maka semakin kuat aktivasi pola neuron. Ini juga merupakan alasan bahwa kita bisa lupa cara menyetir dan masak jika jarang melakukannya, ataupun melupakan nama orang karena jarang bertemu. Pola aktivasi ingatan ini sudah melemah!

Terakhir, alasan kita lupa adalah karena ada gangguan pada pola aktivasi ini. Bisa terjadi karena ingatan yang serupa saling tertukar/tumpang tindih, atau bahkan gangguan serius, seperti gegar otak yang menyebabkan amnesia.


Nah, itu dia sekilas gambaran sederhana tentang cara kita mengingat dan lupa. Jadi, bukan karena pikun ya. Faktor usia memang berpengaruh pada pola dan kemampuan aktivasi neuron dalam otak, namun itu jarang terjadi di usia muda. Mungkin dari kalian punya pertanyaan seperti ini: bagaimana cara kita bisa mengingat lebih baik? Yuk simak artikel selanjutnya tentang meningkatkan kemampuan ingatan.

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *