Mompreneurs, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bermitra dengan Pasangan!

Menjadi mompreneurs memang banyak tantangannya. Namun hampir tiada yang tidak mungkin kalau punya mitra bisnis yang tepat. Pertanyaannya adalah, kemana mencari mitra bisnis? Nah, nggak perlu jauh-jauh. Terkadang, mitra bisnis yang paling baik itu ada di hadapan kita, yaitu pasangan sendiri. Pasalnya, bermitra bisnis dengan pasangan itu tidak hanya bisa membantu bisnis, tapi juga urusan keluarga. Nah, biar lancar prosesnya, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dulu nih.

Ketahui resikonya, terlebih dahulu

bermitra dengan pasangnBanyak yang nanya, kalau diajak atau mengajak pasangan untuk berbisnis bareng, apakah ada resikonya ya? Di satu sisi, tampak cocok sekali, karena biasanya yang berpasangan sudah saling tahu menahu dan memahami.

Nah, cocok dalam berpasangan romantis, belum tentu cocok dalam bermitra bisnis. Pada dasarnya, setiap orang pasti punya ide dan pemikiran yang berbeda terhadap pengambilan keputusan, apalagi yang terkait uang, tanggungjawab, dan resiko.

Siapa pun, tak peduli pasangan yang seharmonis apapun, pasti ada resiko bertengkar dan senggol menyenggol. Jadi, kalau bisa di awal itu, sudah harus saling memahami resiko ini ya, jangan kepedean, terus nggak mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Komunikasi, jangan asumsi

bermitra dengan pasangnAda loh, hal yang nggak keliatan sehari-hari, tapi muncul ketika urusan bisnis di depan muka. Biasanya orang terkejut dan terheran-heran, karena asumsinya adalah pasangan sudah pasti setuju atau sepemahaman. Ini biasanya menyebabkan pengambilan keputusan sepihak. Nanti baru ketahuan dan berantem belakangan.

Sekali dua kali sudah harus berhenti ya, jangan sampai menanam bibit rasa tidak percaya.

Di sini penting banget buat diskusi atas semua keputusan bisnis, dari mengambil atau mengalokasikan uang, melakukan hiring atau pemecatan, dan bahkan keputusan marketing. Bisa kompromi dan mengambil keputusan bersama akan bermanfaat jangka panjang.

Jangan berusaha mendominasi. Mungkin kamu atau pasanganmu benar saat ini, tapi ada waktunya mereka atau kamu bisa salah. Jadi, jangan mentang mentang sekali benar, terus jadi dominan dalam ambil keputusan. Ini justru akan memicu konflik kedepannya, tidak sustainable untuk jangka panjang.

Bagi tugas secara adil dan fleksibel

bermitra dengan pasangnNah ini dia nih! Semua pasti tahu lah ya, kalau bagi tugas itu adil!

Eh, yang benar itu adil atau rata? Beda loh ya! Adil belum tentu rata. Rata itu 50-50, dan cenderung tidak fleksibel. Padahal, di bisnis, pasangan harus sangat dinamis, apalagi kalau perlu mengurus anak juga.

Jadi, boleh di awal, membagi tugas dengan rata, tapi harus pahami kalau kemampuan dan kapasitas setiap orang berbeda-beda. Bahkan lain waktu, kapasitasnya juga bisa berubah-ubah, apalagi kalau punya kehidupan masing-masing!

Kuncinya adalah bagi tugas dengan kesepakatan kalau kalian bisa mendukung satu sama lain ketika mereka sedang tidak bisa menjalankan tugasnya. Jadi bisa oper-operan dan saling membantu untuk menyelesaikannya. Ini tidak hanya bisa memperlancar tugas, tapi juga bisa saling membangun kepercayaan loh..

Asalkan tidak perhitungan, kerjaan bisa lebih cepat kelar. Tapi tentu, ini butuh latihan ya. Ada cekcok di awal itu wajar. Tugas kalian adalah gimana mencapai dinamisme itu secepat mungkin.


Satu hal yang perlu diperhatikan saat bermitra dengan pasangan, terutama untuk mompreneur, adalah jangan mengorbankan anak. Konflik jangan dibawa sampai ke rumah, apalagi di depan anak. Selesaikan dengan baik, dan di luar waktu berkualitas bersama anak. Begitu juga dengan pengaturan jadwal yang terlalu condong ke arah bisnis, sehingga jarang menghabiskan waktu bersama anak. Kalau begitu, anda sudah bukan mompreneurs lagi, tapi womanpreneurs.

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *