New Normal

Beradaptasi Kembali Di New Normal

New Normal ini menandakan waktu bahwa semua orang diperbolehkan beraktivitas kembali dengan beberapa upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tapi, perlu diingat bahwa New Normal tidak berarti pandemi telah berakhir atau virus telah dijinakkan. Dituntut untuk kembali beraktivitas terlepas situasi yang masih tak menentu, wajar saja ada orang yang kesulitan menghadapi kondisi ini.

Mengapa sih, ada yang kesulitan beradaptasi di new normal?

New NormalNew Normal ini memang tidak untuk semua orang. Banyak sekali pemicu stres baru yang muncul, karena kebiasaan yang kita lakukan dengan familiar terhenti seketika. Misalnya, kita masih khawatir akan berbagai hal di sekitar kita mengandung virus, jadi setiap bepergian harus selalu membawa pelindung dan sanitasi. Banyak tempat yang masih belum bisa dikunjungi, dan transportasi yang terbatas.

Tapi di lain sisi, banyak hal yang ingin dan perlu dilakukan untuk mempermudah aktivitas. Lingkungan, kepribadian, resiliensi, dan situasi yang berbeda-beda membuat kerentanan terhadap stres setiap orang tidak sama. Alhasil, tidak semuanya bisa menangani ini dengan sama.

Mungkin, kamu merasakan LAD

New Normal
Tidak hanya stres, kemungkinan ada yang merasakan LAD alias Lockdown Adjustment Disorder. Ini bukan penyakit ya, melainkan gejala-gejala terganggu oleh situasi yang menuntut adaptasi terhadap kondisi baru. Dalam hal ini, kondisi baru tersebut adalah transisi dari karantina/kerja dari rumah ke lingkungan luar.

Manusia yang awalnya tidak terbiasa berdiam di satu tempat berlama-lamaan, dituntut harus tinggal di rumah selama jangka waktu yang relatif panjang. Kemudian, dengan waktu transisi yang singkat, tanpa instruksi yang jelas, kita diperbolehkan keluar begitu saja.

Nah, wajar saja ada yang merasakan LAD. Biasanya, ini ditandai dengan beberapa hal, seperti kecemasan dan kekhawatiran. Ini menyebabkan tidak produktif, sulit fokus, dan fatig. Bisa juga ditandai dengan kurang tidur dan energi. Namun yang biasanya terlihat adalah kesulitan menjalakan rutinitas yang harusnya biasa-biasa saja dilakukan pra-karantina.

Apa yang bisa kita lakukan?

New NormalAda beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terhindar dari LAD dan beradaptasi dengan lebih lancar di tengah New Normal ini. Pertama-tama, kita mulai dari fisik dulu. Upayakan olahraga, atau setidaknya pemanasan dan renggangkan otot-otot sekujur tubuh 2 hari sekali. Tidur (tidak hanya istirahat) yang cukup, dan penting sekali untuk tidak mogok makan. Kamu butuh energi sebanyak mungkin!

Kedua, cobalah cari tempat-tempat, sekitar rumah, sekitar kampus, sekitar kantor yang familiar. Kunjungi dan sebisa mungkin lakukan hal yang familiar bagimu. Ambil rute jalan pulang dan pergi yang familiar, baca buku, ngobrol, dan cari tempat yang familiar bagimu. Tujuannya biar secara mental kita bisa mendekatkan diri dengan hal yang membuat kita tenang/familiar dan mengurangi stress.

Ketiga, hubungi teman-temanmu! Baik yang sudah lama kenal, baru kenal, lama tidak kontak, atau yang harus ketemu setiap hari. Ajak ngobrol, tanya kabar mereka! Tidak perlu curhat panjang, hanya dengan ngobrol santai, kamu bisa mendapatkan nuansa dukungan sosial dan mendistribusikan stres yang sedang kamu tampung sendiri selama ini.


Itulah beberapa hal terkait adaptasi New Normal yang bisa kamu jadikan bekal. Perlu diingat, namanya adaptasi, butuh proses. Jadi jangan kesal atau frustrasi bila isu-isu yang kamu hadapi tidak pergi begitu saja. Tarik nafas, hembuskan, dan mulai harimu dengan lebih kuat dari sebelumnya.

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published.