Bagaimana Kamu Bisa Mengatakan Tidak

Siapa di sini yang paling nggak bisa ngomong ‘tidak’? Diajak jalan bilang ayuk, padahal lagi butuh hemat. Diminta tolong kerjain proyek bilang bisa padahal lagi sumpek. Rekening kosong, tapi nggak bisa nolak pas temen pinjem duit. Rasanya, mengatakan “tidak” susah sekali, karena satu hal dengan yang lainnya. Waktu bilang begini, banyak yang jawab: namanya juga orang Indonesia, sungkan! Terlebih lagi, bila yang meminta bantuan atau menawarkan sesuatu adalah orang yang kita hormati atau punya senioritas.

Nah, dalam artikel ini, saya ingin membagikan beberapa tips yang bisa membantu kamu mengatakan tidak ketika kamu sedang tidak bisa menerima permintaan.

Ketahui nilaimu


Bila kamu ikhlas ingin membantu orang, tentu itu hal yang baik. Tapi kamu tidak selalu punya waktu, tenaga, atau sumberdaya untuk melakukannya. Ketahuilah, kamu bukan orang jahat dengan mengatakan tidak. Mungkin orang tersebut akan kecewa, tapi itu tidak berarti kamu bukan seseorang yang suka membantu.

Nah, agar kamu bisa lebih pede dan yakin mengatakan tidak, kamu perlu sadar akan hal tersebut. Bila hal yang penting, seperti mental, waktu, energi, dan uang terpaksa kamu korbankan, maka kamu akan sulit juga ikhlas dalam membantu orang lain. Bisa-bisanya, bantuan yang kamu berikan malah tidak maksimal.

Jujur dan jangan berbelit-belit

Poin kedua yang perlu kamu ingat adalah jujur dan jangan memutar-mutar, karena akan membingungkan orang yang bertanya dan membuat kamu tampak tidak kredibel dan tidak ikhlas. Jujur di awal dengan mengatakan tidak, jauh lebih baik daripada orang melihat kamu membantu mereka dengan setengah hati.

Mengatakan tidak juga tidak perlu kasar. Kamu bisa melakukannya dengan sopan, dan menjelaskan alasannya kenapa. Tapi, tidak usah menjelaskan panjang lebar. Tidak perlu kasih isyarat atau bahasa tubuh dan mengharapkan mereka mengerti. Katakan dengan lugas, singkat, padat, dan jelas. Bukannya ketus, tapi justru ini menunjukkan kamu hormat dengan orang tersebut dengan tidak membuang waktu mereka.

Tawarkan alternatif atau kompromi


Mungkin kamu hanya bisa membantu sedikit. Mungkin kamu ingin membantu, tapi sedang tidak bisa. Nah, mengatakan tidak itu, bukan harus selalu hitam putih loh. Seringkali orang melewatkan hal ini. Padahal, tidak sedikit jalan win-win yang bisa dicapai dengan kompromi antara kedua pihak.

Mungkin kamu bisa menawarkan alternatif lain, agar orang tersebut tetap terbantu. Rujuk ia ke orang yang kamu rasa bisa bantu, atau tawarkan solusi yang mungkin ia belum terpikirkan sebelumnya. Ini menunjukkan kalau kamu tidak dingin hati dan peduli dengan permasalahan orang tersebut.

Selain itu, kamu bisa tawarkan kompromi. Mungkin kamu hanya membantu orang tersebut sekitar 30% saja. Mungkin uang yang dipinjamkan hanya separoh. Atau kamu bisa membantu mengerjakan tugas kolegamu sampai minggu depan saja. Memikirkan hal ini juga berarti kamu peduli dengan orang tersebut. Tapi, penting agar kamu tetap mengingatkan kalau bantuan yang kamu berikan sudah merupakan batas maksimalmu!


Bagaimana, apakah kamu sudah pernah mencoba beberapa hal di atas? Mengatakan tidak bukan berarti kamu egois ya. Terkadang, memang situasi tidak mendukung untuk kita membantu orang lain. Setelah bilang tidak jangan lupa berterimakasih kepada orang tersebut sudah memikirkanmu sebagai orang yang bisa membantu.

Share the article

Leave a Comment

Your email address will not be published.