Apa Itu Grit, dan Apa Gunanya untuk Kamu?

Loyal readers, kalau ditanya apa kunci keberhasilan atau kesuksesan seseorang, kira kira bakal menjawab apa? Motivasi? Kecerdasan? Koneksi? Atau uang? Memang, kesuksesan itu cukup subjektif dan berbeda-beda definisinya tiap orang, tapi ada satu konsep yang mau saya bahas di sini yang cukup menentukannya loh! Konsep itu adalah Grit!

Selama beberapa tahun belakangan, konsep Grit semakin diperhatikan oleh Psikolog Organisasi, praktisi HR atau SDM dan tenaga pengajar loh, karena hubungannya yang erat dengan performa baik dan kesuksesan mencapai target.

Konsepnya sendiri cukup rumit, jadi coba saya bedah dan jelaskan dengan sesederhana mungkin ya! Siapa tahu bisa membantu kamu mencapai goal di tahun ini!

Apa sih, Grit itu?

Sumber: newharbinger

Grit adalah salah satu trait atau sifat yang ada dalam diri setiap manusia. Kalau katanya sendiri memang berasal dari kata Bahasa Inggris, Grit. Tapi, lumayan sulit diterjemahkan ke Bahasa Indonesia loh! Grit cukup dekat artinya dengan ketabahan, sulit ditumbangkan atau dihancurkan, dan kekeh.

Dalam diri manusia, konsep Grit ini tidak begitu dikenal hingga beberapa tahun silam. Konsep ini dipopulerkan oleh Psikolog bernama Angela Duckworth dari University of Pennsylvania. Sebelum mengajar di universitas, ia pernah mengajar Matematika di sekolah negeri di New York. Ia mulai tertarik untuk melihat siapa yang bakal sukses dalam mata pelajarannya ketika mengajar anak SMP.

Anehnya, ia menemukan bahwa IQ bukanlah penentu nilai tinggi siswa-siswinya. Siswa yang IQnya tinggi terkadang masih kalah nilainya dengan siswa ber IQ rata-rata. Ia juga mencari tahu hal yang sama bersama rekan rekannya di kemiliteran AS. Ia ingin melihat kadet mana yang paling mungkin bertahan sampai akhir proses pelatihan. Dalam settingan militer, tentu IQ dan pengetahuan belaka tidak bisa menjamin seseorang akan menyelesaikan proses pelatihan. Banyak faktor lagi yang berperan.

Setelah melakukan berbagai studi pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa dalam berbagai kondisi yang mengharuskan mereka untuk mencapai tujuan tertentu ia menentukan bahwa Grit sebagai satu sifat penentu yang paling kuat.

Grit di sini adalah passion dan perseverance atau gairah dan kegigihan dalam waktu yang sangat lama! Grit adalah kekuatan untuk bangkit lagi terlepas kondisi apa pun. Ibarat berlari, Grit bukan lomba lari siapa yang paling cepat, tapi maraton. Maraton siapa yang paling lama bertahan agar bisa mencapai goal.

Komponen Grit

Sumber: Linda Mandarin

Seperti yang disebutkan di atas, Grit punya dua komponen utama. Punya Grit tinggi berarti punya passion dan punya perseverance yang tinggi. Apa artinya?

Passion seringkali diartikan sebagai punya hasrat yang tinggi untuk melakukan hal yang kita sukai. Tapi, apakah benar, gairah bisa diartikan seperti itu? Gairah atau passion sebenarnya justru berarti kita berniat untuk menginvestasi energi dan waktu yang banyak dalam satu hal (tidak hanya suka melakukannya), dengan tujuan membuahkan hasil yang memuaskan atau mencapai target yang diinginkan.

Misalnya, passion di bidang HR bukan hanya sekadar ‘suka’ proses wawancara, bertemu orang baru, mengadministrasikan tes, dan hal lainnya. Punya passion menjadi bagian dari tim berarti selalu bersedia dan mencari cara untuk mendapatkan dan mengembangkan personel yang tepat bagi organisasi tempat kita bekerja. Memikirkan cara untuk selalu level up dalam menjalankan proses tersebut.

Tentu, nggak berarti kamu nggak boleh have fun dalam melakukannya ya!

Jadi, ketika kalian bilang passion dalam satu hal, coba tanya deh. Suka doang, apa benar-benar ingin mengembangkan diri, orang lain, dan sukses mencapai goal-goal dalam bidang tersebut?

Okay! Apabila jawabannya yang kedua, selamat! Sekarang coba pikirkan lagi. Bagaimana bila kamu melakukan kesalahan, atau ditegur oleh atasan? Apa yang akan kamu rasakan? Apa yang akan kamu lakukan?

Kegigihan adalah semangat untuk tidak menyerah terus menerus. Gigih bukan hanya tidak mudah tumbang atau kuat. Gigih adalah ketika kita hampir ditumbangkan atau ingin dijatuhkan, bisa tetap berdiri. Kelihatan bedanya kah?

https://d2v9y0dukr6mq2.cloudfront.net/video/thumbnail/NtzRvBGLl/asian-girl-running-on-the-beach_bqmea28uee_thumbnail-full01.png
Sumber: VIdeoblocks

Seseorang bisa kuat sekali, punya stamina yang banyak dan bisa menyelesaikan banyak hal dalam pekerjaannya. Tapi apabila ia berpikir untuk menyerah ketika melakukan kesalahan sekali, maka ia tidak bisa dibilang gigih. Apabila kamu yang biasa-biasa saja dalam menyelesaikan pekerjaannya, tapi tetap melaksanakan pekerjaan ketika dimarahi atau membuat kesalahan besar, maka kamu bisa dikatakan gigih. Setidaknya, kamu memberikan kesempatan bagi dirimu untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencapai *goal* yang kamu inginkan. Bila kamu menyerah, walaupun berbakat dan pintar ya hanya akan sampai di sana saja.

Dua hal ini, apabila dipraktekkan dalam jangka panjang, maka bisa disebut sebagai *Grit*. Nggak berbulan-bulan ya! Melainkan bertahun-tahun! Nggak heran kita sering mendengar kisah jatuh bangun orang sukses ternama. Cerita-cerita mereka justru adalah cerita *Grit*!

##**Manfaat punya *Grit* tinggi**
https://www.melaninbasecamp.com/trip-reports/2018/7/31/eight-amazing-asian-pacific-islander-women-climbers-to-follow-on-instagram
Sumber: Melanin Base Camp
Apa manfaat *Grit*? Manfaatnya banyak sekali tergantung dari situasi dan siapa diri kamu. Pertama, *Grit* mampu memprediksi kesuksesan kamu dalam menjalankan tanggung jawabmu. Sifat ini membuat kamu bertahan lebih lama, dan secara keseluruhan tidak bisa ditumbangkan dengan mudah. Semakin tinggi *Grit* kamu, maka semakin mungkin kamu akan menyelesaikan tugas yang kamu emban!

Pasalya, *Grit* membantu kamu untuk fokus hingga tujuan kamu tercapai. Tidak hanya itu, punya *Grit* yang tinggi juga membantu kamu lebih kreatif mencari solusi dan cara untuk mencapai tujuanmu. Terakhir, *Grit* yang tinggi akan membantu kamu untuk *scale up* tujuan kamu! Jadi setelah tercapai, kamu bakal punya *goal* yang lebih besar lagi!

Tidak harus dalam berbisnis atau kuliah. Menjadi orangtua yang baik, beribadah lebih sering dan taat, serta membangun hubungan romantis yang baik bisa dicapai melalui *Grit*, kok!

##**Cara punya *Grit* yang tinggi bagaimana?**
https://cdn10.picryl.com/photo/1996/05/01/a-group-of-students-do-push-ups-as-part-of-strength-exercises-at-the-parade-bd4494-1600.jpg
Sumber: US National Archive
Perlu kita ingat, *Grit* menuntut kita untuk melihat di balik rasa suka atau tidak, dan rasa termotivasi atau tidak. Kemudian,*Grit* juga tidak semerta-merta bisa dibangun dengan disiplin belaka. Disiplin bisa menjadi salah satu kuncinya, namun tidak semua orang atau tidak semua situasi pencapaian goal bisa mengandalkan disiplin saja.

Faktanya adalah, tidak ada yang bisa menentukan atau memastikan cara yang paling tepat untuk membangun *Grit*. Angela Duckworth sendiri pun mengaku ia belum jelas. Walau ini konsep baru, bukan berarti *Grit* belum pernah dipraktekkan loh ya.

Artinya, kamu bisa mengambil inspirasi dari orang yang sukses, punya *passion* dan gigih untuk membangun *Grit* kamu. Coba biasakan membaca buku, perhatikan dan lakukan *modeling* pada orang yang sukses. Pelajari studi kasus, pengalaman hidup orang lain, dan praktekkan!

Selain itu, kamu juga perlu biasakan untuk sadar dan mengenal dirimu sendiri lebih jauh. Apa yang kamu lakukan ketika kamu sedang merasa gagal atau down? Pelajari gejala dan perilaku yang kamu tunjukkan. Kemudian, ketika perasaan tersebut datang, coba kesampingkan dan cari cara untuk tetap fokus! Jangan sampai apa yang kamu coba lakukan putus di tengah jalan!

Terakhir, perlu tahu alasan orang bisa gigih. Alasan utama orang gigih bukan karena ia kuat atau keras kepala. Melainkan, seseorang gigih karena percaya bahwa segala sesuatu bisa dikembangkan, dan kegagalan hanya bersifat sementara. Sifat dari otak dan psikis manusia adalah plastis. Artinya, bisa dibentuk dan berdaptasi sesuai stimulus yang diberikan dan kondisi tempat ia berada.

Pernahkan lihat Ibu dan Bapak lansia tetap berolahraga, mengajar, dan belajar hal baru? Pernah juga kan lihat rekan kerja yang sedang sedih atau *down* ketika berpindah perusahaan atau suasana kerja, jadi produktif dan semangat lagi. Itulah contoh dari sifat plastisitas diri manusia.

https://lindagraham-mft.net/wp-content/uploads/2017/08/Perseverance-781×520.jpg
Sumber: Linda Graham

Artinya, bila kamu berpikir bagaimana caranya kamu bisa lebih tinggi *Grit*-nya, maka yang perlu kamu lakukan adalah tetap gigih mencari dan berusaha keras mencari cara untuk meningkatkan *Grit* kamu. Bukan menunggu wejangan dan solusi praktis serta langkah mudah untuk mencapainya. Berpikir dan berusahalah, maka pelan-pelan *Grit* kamu bisa tercapai!

Kalau kamu bingung dan butuh bantuan, yuk kita ngobrol!
===END===

Share the article

Leave a Comment