Apa yang Menentukan Resolusi Tahun Baru Sukses atau Gagal?

Tidak terasa, sudah pertengan tahun 2019 nih! Ada berapa diantara kalian yang sudah menyerah dengan resolusi yang dibuat awal tahun? Berapa dari kalian (atau teman-teman kalian) yang merasa sudah nggak punya waktu lagi, mending mulai dari awal lagi nanti di tahun 2020?

Misalnya, ada yang justru menghabiskan uang atau makan banyak, karena pede tahun depan bisa nabung lagi atau diet dengan sukses. Tapi kembali lagi, dari banyaknya resolusi tahun baru yang kita buat, ada berapa sih yang akhirnya benar-benar berhasil?

Apa sih kira-kira hal yang bikin gagal? Apa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya? Dalam artikel kali ini, saya ingin menjelaskan beberapa tips Psikologi sederhana yang bisa kamu ikuti untuk mempersiapkan dirimu menuntaskan resolusi tahun 2019 dengan gemilang!

Sudah siapkah kamu?

Pelan-pelan, mulai dari hal kecil dulu!

Kecil artinya mudah dilakukan dan spesifik (Collingwood, 2018). Resolusi seperti “mau diet” atau “mau lebih sering ke gym” atau “keliling Indonesia” adalah resolusi yang sangat mungkin gagal. Karena bukan hanya tidak realistik, yang membuat juga pasti tidak punya rencana yang baik untuk melakukannya.

Kata siapa resolusi harus bersifat sepanjang tahun? Resolusi bisa kok dicapai dalam waktu singkat, kemudian dilanjutkan dengan resolusi selanjutnya. Resolusi yang berjangka justru lebih mudah dipertahankan dan dituntaskan.

Misalnya, coba bikin resolusi Januari, untuk pergi ke gym setidaknya 1 kali seminggu. Atau lakukan push up di rumah 10 kali sehari. Naik lagi di Februari, 10 push up setiap hari ditambah 5 sit up misalnya. Pelan-pelan pasti kerasa hasilnya kok. Daripada Maret udah lupa resolusinya.

Cari motivasi yang tepat

Sumber: Rawpixel

Apa motivasi kamu dalam membuat resolusi? Apakah motivasi tersebut berasal dari luar? Misalnya, mau diet karena sering ditertawakan, mau pindah kerja karena dorongan orangtua dan teman.

Kalam dalam Psikologi, biasanya motivasi yang lebih kuat bersifat dari dalam kita, artinya apabila kita lakukan sebuah tindakan karena dan untuk diri kita sendiri, maka kemungkinan tuntasnya semakin tinggi.

Jangan andalkan disiplin dan semangat belaka! Biarkan hal yang lebih privat, seperti harapan, passion, dan rasa ingin tahu menjadi bahan bakarmu (Anderson, 2018)!

Hargai diri kamu sendiri….dengan cara yang benar

Sumber: Kalm Visual

Nah, ini nih penyebab gagalnya resolusi jangka panjang seperti ingin lulus atau ingin menurunkan berat badan. Ketika sudah sukses sedikit di awal, langsung timbul dorongan untuk memberi reward pada diri sendiri.

Setelah mengerjakan soal UN atau belajar 2 jam, langsung pengen main atau santai sejenak. Ketika sudah diet keto seminggu, ingin makan fast food di akhir pekan. Kalau nggak punya kontrol yang baik, jangan hargai dirimu dengan cara seperti ini. Apalagi di awal resolusi! Adanya, kamu malah bisa lupa dan keterusan menikmati ‘dosa’ resolusimu!

Cobalah reward diri kamu dengan sesuatu yang lebih abstrak, namun berarti. Misalnya, coba ambil waktu sejenak dan pikirkan seberapa dekat kamu denga tujuan kamu. Bayangkan dirimu yang lulus atau kurus, dan seberapa jauh kamu sudah berubah dari awal kamu memulai. Foto before dan after cukup efektif loh dalam memberikan reward agar kamu terus maju!

Jangan remehkan bala bantuan!

Sumber: Media Defense

Terakhir, jangan lupa bahwa kamu tidak bisa sendiri, apalagi dalam mencapai resolusi yang sulit (APA, n.d)! Hindari sifat keras kepala dan merasa kamu harus melakukan apapun resolusimu sendiri, privat, untuk hasil maksimal.

Cobalah libatkan orang lain untuk membantumu. Misalnya pacar atau orangtua untuk mengingatkanmu berolahraga setiap pagi sebelum ke kantor. Minta rekan kerja untuk menemanimu makan di restoran vegetarian. Atau, kamu bisa minta teman untuk menemani kamu ke gym!

Beberapa hal ini bisa memberikan dorongan dan motivasi tambahan untuk mencapai resolusi kamu! Sedikit kompetisi antar teman juga tidak apa-apa loh! Resolusi itu, kalau semakin dilakukan bareng, akan semakin mudah tercapai!


Bagaimana? Apa yang selama ini salah kamu lakukan? Sudah tahu penyebab gagalnya resolusi 2018 kamu dan berhasilnya resolusi orang lain? Semoga beberapa tips Psikologis ini bermanfaat untuk resolusi kamu di tahun 2019 ya!

Sumber:
https://www.apa.org/helpcenter/resolution.aspx
https://psychcentral.com/lib/10-sure-ways-to-keep-your-new-years-resolutions/
https://www.forbes.com/sites/erikaandersen/2018/01/28/four-simple-steps-to-keeping-your-new-years-resolutions/#c327234d3b2f

Share the article
error

Leave a Comment