tipe cinta

Tipe Cinta Manakah yang Kamu Miliki dengan Pasangan?

Hi loyal readers! Saya ingin bertanya: Apa itu ‘cinta’ bagi kalian? Yess, topik kali ini masih belum move on dari topik favorit kalian: cinta dan hubungan romantis

Tidak peduli umur berapa, kemungkinan besar kamu pasti pernah merasakan cinta. Tidak hanya senang, namun mungkin juga lebih sering galau dan kebingungan gara-garanya. Mengapa?

Mungkin pengertian kita tentang cinta yang kita miliki sering salah. Alhasil, ekspektasi, harapan, dan apa yang kita dapatkan dari suatu hubungan menjadi jauh berbeda. Kali ini, saya ingin membahas apa saja tipe cinta yang ada menurut Psikologi, sehingga ketika kamu merasakan salah satu diantaranya jadi tahu bagaimana harus bertindak.

Apa saja tipe cinta itu?

Infatuasi

tipe cinta
Mungkin ini yang paling sering kita dengar ya. Itu lho, bahasa sederhananya, “nge-gebet” atau have a crush. Ya, ada yang menganggap infatuasi bukan ‘cinta’. Tapi, infatuasi bisa membuat kita merasa jatuh cinta berat, dan untuk yang lebih muda, bikin mabuk kepayang!

Infatuasi terjadi ketika kamu punya gairah atau hasrat untuk bersama yang besar terhadap seseorang. Tidak harus dekat atau pengen hidup lama secara komit dengan orang tersebut. Tapi, apabila kamu selalu kepikiran akan orang tersebut dan suka tersenyum-senyum sendiri karenanya, berarti kamu terinfatuasi!

Cinta Romantis

tipe cinta
Biasanya, setelah cukup lama terobsesi, seseorang akan terdorong untuk lebih dekat lagi. Apabila sudah sampai pada tahap ini, maka seseorang disebut mengalami cinta romantis. Pikirannya masih fokus pada momen sekarang, tanpa memikirkan komitmen.

Di sini, hal yang difokuskan adalah bagaimana bisa ketemu, jalan, dan have a good time! Buat yang belum pacaran mungkin akan mengutarakan rasa cintanya. Buat yang sudah, mungkin akan mengalami masa semesra-mesranya. Tapi biasanya bentuk cinta ini hilang ketika dihadapkan dengan realita: ada ancaman untuk LDR, mulai menyadari kebiasaan buruk pasangan, masalah uang, keluarga, dan dipaksa untuk memikirkan komitmen jangka panjang.

Cinta “Kosong”

tipe cinta
Sebaliknya, apabila yang dirasakan hanya komitmen saja, maka kamu sedang mengalami cinta kosong. Rasa kebersamaan yang terpaksa, tanpa gairah, tanpa kedekatan batin, apalagi fisik. Biasanya, ini muncul dari orang yang terpaksa berpacaran, atau menikah. Sehingga, hubungannya tidak lebih dari pertukaran sapa dan keterpaksaan.

Bisa juga tipe ‘cinta’ seperti ini lahir dari jarak batin yang semakin jauh. Pasangan yang sudah terbiasa LDR tapi tidak mau lepas. Atau suami istri yang melanjutkan hubungan karena takut melukai anak. Atau kamu yang takut tidak bertemu orang lain yang lebih baik di petualangan cinta selanjutnya.

Jelas, cinta kosong itu tidak sehat buat fisik dan batin kamu.

Cinta Tanpa Gairah

tipe cinta
Nah, cinta ini cukup ideal bagi banyak orang. Pernahkah kamu merasakan sayang dengan seseorang, tapi tidak excited dan biasa aja ketika bertemunya. Kamu ingin bersama dengan dirinya dalam waktu yang lama, tapi tidak deg-degan ketika bersama dengan dirinya. Anteng, aman, dan nyaman saja yang kamu rasakan.

Apabila iya, inilah yang dinamakan cinta companionate. Perasaan tanpa gairah yang dirasakan seperti awal pacaran. Tapi tidak memiliki gairah mungkin hanya buruk bagi pasangan muda. Pasalnya, tipe cinta ini sudah sangat umum ditemukan pada pasangan yang lebih tua. Papa mama kamu misalnya. Selalu saling peduli. Selalu mesra dan dekat. Masih pegangan tangan, pelukan, ciuman, dan mungkin berhubungan intim. Tapi, papa tidak klepek-klepek setiap kali ketemu mama kan?

Soalnya, semuanya sudah diketahui satu sama lain. Tidak ada rahasia, tidak ada kepribadian tersembunyi. Rasa saling percaya sudah lebih kuat dari baja. Yang baru hanyalah pengalaman setiap hari yang dihadapi bersama.

Cinta yang ‘Sempurna’

tipe cinta
Tentu, masih memungkinkan kalau cinta yang ideal seperti companionate untuk tetap memiliki gairah. Cinta yang ‘sempurna’ atau lengkap disebut dengan cinta consummate, yang artinya, kedua pasangan benar-benar terjerumus dalam gairah, kedekatan dan komitmen. Biasanya, pasangan muda yang memiliki kepribadian dewasa, secure, dan optimis sangat memungkinkan untuk memiliki cinta ini.

Mereka punya gairah muda yang selalu mengajak mereka mencari petualangan baru bersama pasangan, energi yang banyak mendorong intimasi yang lekat dan panas, dan kedewasaan dalam pribadi membantu mereka untuk tetap berusaha mempertahankan hubungan di kala badai melanda.

Akan tetapi, gairah merupakan elemen yang semakin sulit untuk diteruskan ke usia tua. Beda dengan komitmen yang semakin tinggi seiring menanjaknya usia. Soalnya kan, sudah hampir ketemu setiap hari selama bertahun-tahun sehingga bukan merupakan hal yang bikin terkejut lagi. Makanya banyak pakar cinta menganjurkan untuk mencari hal baru dan petualangan baru dalam kehidupan romantis agar ‘api’-nya tetap menyala.


Buat kamu yang sedang dalam hubungan romantis, coba evaluasi lagi tipe cinta mana yang sedang kamu alami dan miliki dengan pasangan?

Jangan salah kaprah, bentuk cinta bisa berubah. Bukan merupakan tahapan, tapi cinta-cinta di atas adalah tipe yang fleksibel. Artinya, bisa dibentuk, dikembangkan, dan ditinggalkan. Tergantung pada pilihan dan kekuatan kamu dengan pasanganlah untuk mengubahnya.

Bila merasa frustasi dengan cinta kosong, maka tinggalkanlah. Bila kamu pasangan muda yang sudah terlanjur merasakan cinta companionate, masih ada sejuta cara untuk menghidupkan gairah. Buat kamu yang merasakan infatuasi? Tembak dia!

Share the article

Leave a Comment