Orangtua Bercerai: Apa Dampaknya untuk Si Kecil?

Pernikahan yang bahagia tidak akan berakhir pada perceraian. Perceraian mungkin terdengar buruk. Tapi, apabila dua orang benar-benar tidak suka–bahkan setelah upaya untuk menghidupkan cinta kembali gagal, mungkin bercerai merupakan hal yang tak terhindarkan. Setiap orang punya alasannya masing-masing, tentunya. Dan apabila dua orang sudah memutuskan, sulit bagi orang lain untuk berkata karena itu hak mereka. Namun, beda ceritanya kalau keluarga kecil sudah beranggotakan lebih dari 2 orang.

Seperti dua artis nasional yang perceraiannya mengguncang berita. Biasanya, kalau artis bercerai sudah hal biasa. Tapi, karena si kecilnya juga artis, beda cerita. Entah karena ‘pyur’ kepo atau ingin panjat sosial, banyak orang dari berbagai kalangan jadi perhatian sekali dengan kasus itu seketika. Ada hashtag, ada lagu, ada memes, ada petisi, dan jutaan komentar netizen dan artis lainnya. Semua berteriak untuk selamatkan si kecil.

Memang, punya dua orang tua merupakan hal yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Tapi, pasti banyak yang belum tahu bila sebaliknya orangtua bercerai, akan berdampak apa terhadap si kecil (balita hingga usia SD).

Nah, di konten kali ini, kita akan membahasnya.

Pasti terkejut dan bingung

Sumber: Dr. Weil

Terkejut tentunya. Bukan sekadar kaget, tapi terkejut. Terkejut (shocked) bisa berlangsung dalam periode waktu tertentu tergantung usia si kecil dan bagaimana orangtua bereaksi. Melihat orangtua tidak lagi bersama, jarang berbicara, apalagi harus berpindah-pindah tempat tinggal, akan menciptakan shock yang signifikan pada si kecil. Apalagi ketika ia harus tinggal bersama saudara (nenek, tante, misalnya), ia akan semakin ambigu lagi terhadap situasi yang ada.

Proses pematangan yang dini

Sumber: Katherine Kam

Coba bayangkan, bagaimana sih dunia seorang anak kecil itu? Dari mana kebutuhannya? Ke mana ia mencari panduan dan panutan dalam hidup? Kemungkinan besar dari orangtua. Dunia si kecil adalah dunia yang penuh kebergantungan dengan orangtuanya. Sehingga, terpisahnya dia dari orangtua yang satu akan mendorong si kecil menjadi lebih dewasa. Ia akan terpasa untuk menjadi lebih bergantung pada diri sendiri, karena kemungkinan besar ia hanya akan tinggal bersama salah satu orangtua saja (Atau bahkan tidak sama sekali). Alhasil, banyak hal dan keputusan yang akan diambil sendiri, tidak terlalu didiskusikan, dan dijalankan sendiri.

Kepercayaan (trust) dan stabilitas yang goyah

Sumber: RCN

Berkaitan dengan poin sebelumnya, si kecil yang awalnya sangat bergantung pada orangtua sekarang perlu beradaptasi dengan kedua papa mama yang sudah punya kehidupan masing-masing yang berbeda. Mereka akan semakin sulit diandalkan, karena kemungkinan besar enggan bertemu, campur tangan, atau mengambil tanggungjawab lebih karena merasa pihak yang satunya yang harus melakukannya.

Anak kemudian harus bolak-balik untuk mendapatkan kasih dan perhatian mendasar yang ia butuhkan. Tidak hanya menguras energi fisik, tapi juga sangat menguras energi psikis. Lama kelamaan, ini berpotensi mengerosi kepercayaan anak pada orangtuanya dan fokus pada diri sendiri.

Apakah selalu buruk bagi si kecil?

Sumber: Huffpost

Memang, si kecil akan mengalami kejut, tantangan dalam beradaptasi, dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menjadi mandiri lebih dini. Ia pun tidak kebal dari kecemasan, rasa sedih, ketakutan, dan berbagai afek negatif lainnya. Akan tetapi, dalam melihat hal seperti ini kita perlu mempertimbangkan banyak hal, terutama apabila kita benar-benar peduli dengan si kecil, bukan ingin memanfaatkan situasi untuk personal gain.

Walau nggak ideal, terkadang lebih baik apabila si kecil bisa lepas dari orangtua yang selalu bertengkar dan berdrama di depan si kecil. Bila tidak ditangani dengan baik, nggak jarang si kecil lah yang ujung ujungnya terkena batunya. Dampaknya bisa lebih buruk daripada bercerai.


Sumber: Nikkei Asian Review

Kunci dari perkembangan dan adaptasi si kecil di masa yang sulit ini adalah orangtua. Walau bercerai, orangtua tetap bisa memberikan si kecil masa kecil yang indah. Memang bakal ada perubahan, tapi si kecil hanya akan berkembang sebaik orangtuanya membawa diri. Apabila si kecil tetap diprioritaskan, diberi waktu, diberi pengertian, dan diberi kasih sayang yang cukup, maka si kecil bisa menyesuaikan diri dengan lebih baik.

Share the article
error

Leave a Comment