Bagaimana Kamu Bisa Menyikapi Bertambahnya Usia dengan Baik?

Waktu terus berjalan, hari terus berlalu, artinya usia pun selalu bertambah! Bagaimana, loyal readers? Apa pendapat kalian soal bertambahnya usia?

Kalau dipikir-pikir, masyarakat kita cukup memandang negatif bertambahnya usia. Usia yang merupakan milestone kita sendiri, menjadi batasan bagi orang lain untuk mendefinisikan kita. Coba deh, dari dulu sudah begitu!

“Kok usia begini belum bisa jalan?”

“Masih usia 12, tapi udah naik kelas 2 SMP? Nggak kecepetan tuh?”

“Kok udah pertengahan 20, tapi belum lulus?”

“Udah umur 30 kok belum nikah?”

“Kapan punya anak? Jangan keburu menopause!”

Ya nggak? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang membuat kita insecure dengan seiring bertambahnya usia. Apalagi dengan adanya media sosial. Kita yang melihat teman-teman lain ‘sukses’, bisa jalan-jalan ke luar negeri, menikah, kerja di tempat prestisius, di umur yang sama. Pasti muncul rasa tidak percaya diri dan menyayangkan hidup kita selama ini.

Ini sama sekali tidak sehat. Buat kamu anak muda yang sedang mengejar impian, penyikapan soal usia seperti ini hanya akan menghambat kamu. Kamu tidak hanya akan buta terhadap potensi dirimu, namun juga akan menutup banyak kesempatan di masa mendatang, hanya karena kamu merasa ‘sudah terlambat’ dibandingkan teman-teman lain.

Di sini, saya ingin berbagi beberapa tips untuk menyikapi betambahnya usia dengan baik. Semoga bermanfaat!

Prioritaskan fokus pada dirimu sendiri

Sumber: Pxhere

Siapapun kamu, pasti ada sesuatu yang sedang kamu lakukan. Kegiatan utamamu sehari-hari yang menjadi kesibukanmu. Seberapa kecil atau masif hal tersebut, coba tuntaskan hal tersebut sebaik mungkin. Take your time, jangan buru-buru mentang-mentang usia bertambah.

Baik itu sedang belajar buat ujian, membuat proposal presentasi, atau merintis bisnis milikimu sendiri, lakukan dan tuntaskan. Jangan biarkan fokus kamu dicuri oleh fakta bahwa usiamu bertambah.

Menyelesaikan tugas bisa memberimu sense of achievement yang kamu butuhkan untuk terus maju. Lakukan ini secara konsisten, lama kelamaan kamu akan lebih sulit terdistraksi, dan kian merasa lebih baik dengan dirimu sendiri.

Bukan barang di pasar, jadi jangan dibandingkan

Sumber: Bustle

Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain. Kita semua walau terkadang mulai pada titik yang sama, tapi punya jalan hidup yang berbeda. Kita semua adalah 1 kasus unik yang tiada duanya.

Orang lain sukses? Selamat! Itu urusan mereka! Kalau mereka menjalani hidupmu, dengan usiamu, belum tentu bisa melakukannya sebaik kamu!

Jauhkan diri dari media sosial untuk sementara. Melihat dan membandingkan dirimu dengan teman-teman yang tamak lebih ‘sukses’ tidak begitu sehat. Ingat, yang ditampilkan di media sosial selalu yang terbaik, jadi jangan bandingkan!

Semakin bertambahnya usia, semakin matang kamu menjadi dirimu, dan menjadi apa yang dirimu inginkan. Toh, kamu tidak bercita-cita jadi mereka, kan?

Usia tidak selalu berkaitan dengan kesehatan tubuh atau kesibukan

Sumber: Iso Republic

Banyak yang merasa, sering bertambahnya usia, maka kita punya modal yang semakin sedikit untuk merealisasikan mimpi kita, atau melakukan hal yang ingin kita lakukan. Misalnya, tidak punya fisik yang mendukung atau waktu yang cukup.

Salah!

Usia yang bertambah tidak selalu berkaitan dengan kapasitas tubuh yang menurun kok. Kesehatan berkaitan dengan gaya hidup dan pola makan. Apakah kamu sering berolahraga? Makan makanan sehat yang bervariasi?

Mungkin itu alasan kamu merasa lebih mudah letih dan lesu–karena kamu sudah terbiasa tidak bergerak, mengerjakan pekerjaan monoton di depan komputer, sambil memakan hal yang sama hampir setiap harinya.

Coba deh, variasikan hidupmu. Usia bertambah jangan cuma dihabiskan pada satu hal saja. Pertahankan dan tingkatkan kesehatan dan warna hidupmu.

Mimpimu versus mimpi orang lain

Sumber: Zastavki

Apa impianmu? Apa yang ingin kamu lakukan? Perhatikan baik-baik loh, terkadang kita ingin menjalankan hal yang diimpikan orang lain. Begitu ditanya kenapa usia X belum melakukan X, seseorang bisa takut, dan untuk memadamkan ketakutan tersebut, pencapaian itu yang ia kejar.

Sebenarnya itu keinginan siapa sih? Lulus, punya anak, beli rumah? Apabila itu benar-benar keinginanmu, bagus! Kejarlah. Tapi kalau kamu mengejar hal hal tersebut karena takut dikritik atau takut ‘waktumu sudah habis’, sedangkan kamu punya impian lain yang ingin dicapai, maka jangan!

Semakin bertambahnya usia, semakin kamu harus punya kebebasan untuk menentukan apa yang kamu inginkan dan mencapainya. Hal yang diinginkan orang lain bisa menunggu.

Buat hidupmu semakin bermakna

Sumber: Pxhere

Menyambung dari poin sebelumnya. Kamu bisa menyikapi bertambahnya usia dengan membuat hidup menjadi lebih bermakna.

Well, arti dari bermakna ini sepenuhnya jatuh kepada definisi kamu. Tidak perlu suatu hal yang ambisius atau sebuah impian tinggi. Lakukan hal baru, belajar hal baru, atau buat teman baru misalnya. Apalagi bila kamu sudah lama tidak melakukan hal-hal seperti ini.

Menambah makna pada hidup memperdalam identitasmu. Ini membuat hidup semakin layak dijalani, membuat kita semakin unik, bangga, dan dewasa pada saat yang bersamaan. Coba volunteer membangun sekolah, berdonasi atau berzakat, atau coba mengajar.

Lepaskan diri dari gaya hidup yang cenderung konsumtif atau materialistik–pasalnya, semakin bertambahnya usia, hal hal seperti ini punya makna yang semakin sedikit. Berpegang kuat terhadap hal hal seperti ini hanya akan membuat hidup semakin hampa.


Nah, itu dia beberapa pendapat sederhana saya soal cara menyikapi bertambahnya usia. Tidak perlu dipikirkan terlalu banyak. Kuncinya adalah tetap berpegang teguh dengan apa yang kamu ingin lakukan. Semakin bermakna, semakin bagus. Apapun itu, coba selesaikan dan tuntaskan. Percaya deh, kamu tidak hanya akan merasa semakin baik, tapi kamu juga akan menjadi semakin baik.

Bagaimana caramu menanggapi usia yang bertambah? Kalau berkenan, yuk berbagi! Kita ngobrol dan diskusi!

Share the article

Leave a Comment