Hari Ibu Bagaimana Kita Bisa Lebih Sayang sama Bunda

Hai loyal readers! Apa kabar? Desember sudah akan berakhir sebentar lagi! Tapi mumpung masih bulan December, ingin tahu aja sih.. Bagaimana kamu melewati Hari Ibu tanggal 22 December yang lalu?

Hari Ibu merupakan hari yang spesial. Bukan hanya karena hari tersebut digunakan untuk merayakan pengorbanan dan cinta kasih ibu, tapi juga hari refleksi bagi anak-anak yang mungkin suka lupa sama ibu di 364 hari lainnya.

Antara, rindu, sayang, dan setengah rasa bersalah karena jarang telepon dan belum beli hadiah. Terutama sebagai anak yang lagi jauh sama sang Bunda, bagaimana kamu bisa menyikapi hari ini dengan lebih baik, dan bikin mama lebih bahagia?

Semoga artikel ini membantu!

Tidak ada Ibu yang sempurna

Sumber: Markijar

Hari Ibu bukan soal lomba-lombaan menunjukkan siapa yang lebih sayang sama mama. Hari Ibu bukan soal hadiah yang kamu berikan, seberapa berbakti kamu, atau seberapa kamu perlu menebus kekuranganmu. Hari Ibu adalah…. Ya, hari Ibu!
Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menempatkan dirimu di posisi Ibu, dan jangan terobsesi dulu dengan apa yang ingin kamu hadiahkan. Di hari Ibu kemungkinan seorang Ibu akan berpikir apa yang telah ia lakukan selama ini. Bagaimana ia membesarkan kamu dan saudaramu. Dalam proses pemikiran seperti ini, nggak jarang mereka bisa meragukan diri mereka sendiri.

Apalagi buat kalian yang jarang telepon atau berhubungan. Sedikit banyak pasti berpikir apakah anaknya begitu karena dirinya. Tentu, mereka tidak sempurna. Banyak buku, media, dan norma yang menuntut mereka untuk menjadi seseorang yang sempurna.

Tugas kita kemudian adalah mengingatkan bahwa, ia tidak harus sempurna. Ingatkan kembali bahwa ia telah melakukan yang terbaik, dan kamu beserta saudara-saudara merasakannya. Ini merupakan cara yang lebih tulus untuk berterima kasih dan bersyukur atas dirinya.

Hadiah terbaik

Sumber: Komunitas Ngejah

Apa hadiah terbaik yang bisa mama dapatkan? Tentu, cokelat, perhiasan, bunga, baju, tiket pesawat….adalah bonus belaka. Tentu kalian berpikir kalau pasti Ibu paling ingin melihat anak-anaknya, bukan? Tentu saja!

Mungkin hadiah terbaik yang dapat kita berikan adalah berkunjung. Atau bagi yang tinggal bersama orangtuanya, bisa memberikan kejutan dengan menghabiskan seharian bersama ibu, pergi makan bareng, dan membanjiri sang Bunda dengan hadiah.

Tapi, again, kalau pemikirannya begini, berarti kalian masih berpikir dari sudut pandang diri sendiri! Sebenarnya, yang diinginkan oleh sang ibu, sederhana saja kok. Ibu kita semua butuh libur! Bayangkan, selama bertahun-tahun, Ibu nggak pernah libur. Bahkan di hari libur, beliau makin sibuk! Kapan sih, terakhir kali ia menghabiskan waktu yang dimiliki untuk dirinya?

Benar-benar untuk dirinya loh ya, artinya dia pun nggak boleh cemas dan mikirin pekerjaan rumah dan lain-lain ketika ia sedang menikmati liburannya. Soal ini, kalau kamu belum terlalu tahu apa yang ingin dilakukannya saat libur,ya cukup tanyakan. Nggak harus jalan-jalan. Pijat dan nonton film di rumah juga jadi, asal sang mama relaks, dan ada yang gantiin beres-beres rumahnya!

Empat aturan penting!

Sumber: Orami

Kalau soal ini, nggak hanya berlaku di hari Ibu sih. Sebisa mungkin, coba lakukan 4 hal berikut untuk sang mama, dimulai dari hari Ibu nanti! Bagaimana pun juga, menyayangi Ibu nggak patut cuma dilakukan 1 hari setahun kan?

Pertama, perbanyak, pelukan, ciuman, salam, pamit, dan terima kasih setiap kali ada kesempatan. Mama udah tahu kok kamu sayang dengannya, tapi nggak apa apa dong tetap ditunjukkan?

Kedua! Sebisa mungkin cari cara untuk menurunkan tingkat kortisol sang Ibu. Cari tahu hal apa saja yang bikin dia stress belakangan ini. Apa yang dipendam? Apa yang dikerjakan sendiri? Bantu sebisamu, bahkan apabila bantuan yang kamu bisa berikan hanya sebatas mendengarkan.

Ketiga. Aktivitas fisik! Perbanyak aktivitas fisik dengan Ibu. Tingkatkan kadar endorphinnya agar tetap bugar. Nggak tambah muda usianya, tapi setidaknya ia bisa tampak lebih muda. Dari jalan pagi, zumba, yoga, fitness, dan dansa. Banyak cara kok!

Keempat, sebisa mungkin kenalkan sang Ibu dengan hal baru. Ia butuh stimulus agar tetap sehat jasmani kognitif! Apalagi setelah hampir setiap hari melakukan hal yang sama! Ajak main game baru, tambahkan dia ke close friend kamu, makan di restoran atau kafe baru. It really helps loh!


Sumber: Ralali News

Kuncinya adalah jangan berpatokan pada diri kamu dan apa yang belum kamu lakukan. Fokuskan diri padahal yang masih bisa kamu lakukan! Hari Ibu nggak seharusnya jadi hari yang bikin stres kok. Ramainya restoran dan tempat hiburan di hari tersebut sudah cukup memicu stres, jangan ditambahkan lagi! Yang penting, mama happy, setuju? Selamat Hari Ibu untuk semua Bunda tercinta di dunia!

Share the article

Leave a Comment