Dessy Ilsanty, M.Psi

10 Questions To Ask Yourself For A Happier, More Soulful You

Artikel ini saya baca di majalah Prevention edisi bulan February 2014, oleh Eden Clark dan John Germain Leto.

Sudah sewajarnya jika kita ingin hidup bahagia. Ada cara untuk mencapainya, jika memiliki kemauan untuk ‘mengontrol’ hidup sendiri. Artikel ini memberikan 10 pertanyaan yang bisa ditanyakan ke diri sendiri, untuk memberikan pemikiran yang lebih mendalam tentang hidup yang kita jalani. Harapannya, dapat memberikan arahan yang lebih jelas mau dibawa kemana hidup kita ini.

Saya share secara singkat disini ya, 10 pertanyaan itu…

1. Am I happy
? – Apakah saya bahagia? Ketika bertanya pada diri sendiri tentang kebahagiaan sendiri, coba untuk rasakan jawabannya di dalam diri sendiri.

2. How often do I take time for stillness? – Seberapa sering menyediakan waktu untuk berdiam diri? Cukup hanya 60 detik atau beberapa menit untuk waktu tenang, pause, bernafas yang tenang dan melihat kehidupan secara menyeluruh (bigger picture).

3. When have I felt the most radiant? – Kapan merasa diri paling bersinar/berseri? Ingat kembali momen dimana kita merasa paling hidup dan bahagia. Apa yang membuat rasa itu hadir, itulah clue tentang naluri kita.

4. Do I trust my inner guidance? – Apakah mempercayai arahan dari dalam diri? – Terkait dengan kemampuan untuk mendengarkan kata hati dan mempercayainya.

5. Can I let the past go? – Bisakah melepaskan masa lalu? Seringkali pilihan-pilihan kita mempertimbangkan pengalaman negatif masa lalu supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Secara bersamaan, hal ini bisa jadi menutup diri kita dari pengalaman baru, petualangan baru dan bahkan dari lingkungan sosial. Fokuskan diri pada apa yang diinginkan.

6. Do I always expect a certain outcome? – Apakah selalu mengharapkan hasil tertentu? Coba tempatkan diri dalam situasi ‘mungkin saya tidak tahu hasilnya seperti apa’. Ini mengarahkan kita untuk jadi lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan, allowing the universe to conspire on your behalf.

7. What are the greatest wounds that I’ve healed? – Luka terbesar apa yang sudah disembuhkan? Pengalaman ini memberikan pembelajaran yang sangat berharga.

8. Do I follow my heart or listen to my head? – Apakah mendengarkan kata hati atau mengikut pemikiran? Kata hati selalu tahu cara untuk mencapai kebahagiaan diri.

9. Do I view life as abundant? – Apakah melihat kehidupan sebagai sesuatu yang berlimpah? Apakah cenderung untuk mengeluhkan apa yang tidak diperoleh, ketimbang mensyukuri apa yang sudah diperoleh? Perasaan berlimpah akan hadir jika kita bisa melihat bahwa kita menerima apa yang memang dibutuhkan.

10. Do I believe I can create the life I want? – Apakah percaya bahwa saya dapat menciptakan kehidupan yang diinginkan? Ketika kita tidak percaya bahwa kita memiliki kekuatan tersebut, artinya kita membiarkan orang lain atau hal lain yang mengarahkan kehidupan dan kebahagiaan kita.